Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gunung Lokon Meletus

Lokon Muntahkan Abu Vulkanik Lagi

Gunung Lokon terus bergeliat. Ini terlihat dengan terus dimuntahkannya abu vulkanik hingga Jumat (8/7) sekitar pukul 17.55 Wita.

Tayang:
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON -- Gunung Lokon terus bergeliat. Ini terlihat dengan terus dimuntahkannya abu vulkanik hingga Jumat (8/7) sekitar pukul 17.55 Wita. Abu vulkanik setinggi 200 meter terlihat membubung tinggi keangkasa dari kawah Tompaluan, diselimuti asap putih keabu-abuan.

"Gempa vulkanik masih terekam pada alat pencatat gempa, tapi hanya satu dua saja. Dan letusan hari ini (kemarin) hanya berskala kecil saja, tapi tetap mengeluarkan abu vulkanik," ujar Farid Kepala Pos Pemantau Gunung Lokon kepada Tribun Manado, kemarin.

Selain gempa vulkanik, menurutnya gempa tremor juga terus menerus terjadi yang mengindikasikan adanya suplai magma dan gas dari kedalaman menuju permukaan. "Jadi masyarakat kami imbau tetap waspada dan berhati-hati saja, karena aktivitas gunung masih tinggi. Jangan beraktivitas pada radius 3 Km, karena bisa membahayakan jika letusan terjadi sewaktu-waktu," tegas Farid.

Dalam kondisi terus bergeliatnya Gunung Lokon, warga yang bermukim di kawasan siaga bencana meminta pemerintah dapat segera membagikan masker untuk menghindari bahaya awan panas.

Selain itu juga perlu dilakukan simulasi melibatkan masyarakat langsung di daerah siaga bencana, untuk mengantisipasi datangnya letusan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

"Perlu ada simulasi dari pemerintah di daerah siaga bencana, agar jika memang benar-benar terjadi bencana (Lokon meletus) besar, masyarakat sudah paham apa yang akan dilakukan, tidak gugup apalagi gagap. Jangan melakukan simulasi bencana di tempat yang tidak memiliki terkena dampak langsung, mubasir jadinya jika seperti itu," ujar Jack Budiman, warga Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tomohon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah telah menetapkan Kecamatan Tomohon Utara dan Kecamatan Tomohon Barat (Kelurahan Tara-tara) sebagai daerah siaga bencana. Bahkan, sejak Rabu hingga Kamis kemarin telah melakukan simulasi penanggulangan ancaman letusan Gunung Lokon di Makodim Minahasa.

Juddie Turambi, warga Kota Tomohon lainnya mengaku khawatir jika simulasi penanggulangan Gunung Lokon hanya dilakukan di Minahasa, sebab tak akan menjangkau masyarakat luas yang berpotensi terkena dampak. "Jika hanya dilaksanakan disana (Makodim) maka hanya elit pemerintahan saja yang paham penanggulangannya, sementara masyarakat sendiri tidak paham," ujarnya.

Menurutnya, pencanangan tentang penanggulangan saja tak cukup, tapi perlu action langsung di lapangan. "Jika simulasi dilaksanakan di daerah langsung yang berpotensi terkena dampak bencana seperti di Tinoor, Kinilow atau Kayawu, maka masyarakat pasti akan tahu menghindari bahaya. Kemana jalur mana harus lari dan mengikuti petunjuk seperti apa harus dijelaskan langsung, pemerintah hanya menyiapkan marka saja agar tak ada diskomunikasi di lapangan," tukasnya. (War)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved