Rabu, 4 Maret 2015

Kini Menghapus Tato Bisa Semudah Menjetikkan Jari

Kamis, 23 Juni 2011 21:58 WITA


KEINDAHAN rajah atau tato bagi sebagian orang berarti identitas, namun lainnya menganggap budaya yang ditemukan sejak 3000 tahun Sebelum Masehi (SM) sebagai ungkapan isi hati, kenangan akan sesuatu atau ekspresi seni.

Namun bagaimana bila keinginan berubah? Tato permanen tersebut harus dihilangkan karena kepentingan mencari pekerjaan atau keinginan menghapus kenangan lalu. Bila dulu menghapus tato tanpa bekas hanyalah impian kini semudah menjentikkan jari karena teknologi laser canggih mengabulkannya.

Prof dr Pieter Levinus Suling MSc SpKK menjelaskan mekanisme alat tersebut. Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi ini sekaligus konsultan kesehatan kulit ini amat fasih menjelaskan soal teknologi canggih penghapus tato.

Saat ditemui Tribun Manado, Kamis (23/6), Pieter mengaku pengetahuannya belum seberapa dibandingkan dengan para ahli yang nantinya akan presentasi saat simposium.

Menurutnya pada Sabtu (25/6) sekitar pukul 08.00 Wita di Hotel Novotel giliran mengupas teknologi canggih penghapus tato mengisi acara Kongres Nasional XIII Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Konas XIII Perdoski).

Pieter meyakini, tato sudah dikenal sejak zaman dulu. Sejak ditemukan pertama kalinya pada mumi di Mesir, konon mulai dari Mesir kemudian menyebar ke suku-suku di dunia, termasuk Suku Indian di Amerika Serikat dan Polinesia di Asia, lalu berkembang ke seluruh suku-suku dunia bahkan satu di antaranya Suku Dayak di Kalimantan.

"Suku-suku tertentu dulu memiliki kebiasaan tato, sekarang jadi tren. Banyak olahragawan, pemain sepak bola atau artis membuat tato," katanya.

Halaman12345
Penulis: Robertus_Rimawan
Editor: Anthonius_Iwan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas