A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sarundajang Terharu Bergelar Kanjeng Pangeran Haryo - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribun Manado

Sarundajang Terharu Bergelar Kanjeng Pangeran Haryo

Kamis, 16 Juni 2011 16:46 WITA
Sarundajang Terharu Bergelar Kanjeng Pangeran Haryo - sarundajang_bergelar_kanjeng_pangeran_haryo2.jpg
ist
Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang mengaku terharu setelah mendapatkan penghargaan tertinggi dari Istana Kraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/6/2011).
Sarundajang Terharu Bergelar Kanjeng Pangeran Haryo - sarundajang_bergelar_kanjeng_pangeran_haryo3.jpg
Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan P

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang mengaku terharu setelah mendapatkan penghargaan tertinggi dari Istana Kraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/6/2011).

Peraih penghargaan penyelenggara pemerintahan daerah terbaik ini, kini bergelar Kanjeng Pangeran Haryo.

Michael Umbas, Staf Khusus Gubernur Sulut mengatakan, penghargaan penghargaan monumental tersebut merupakan anugerah kultural kebangsawanan. Putra Kawangkoan, Minahasa Sarundajang merupakan satu-satunya putra Sulawesi Utara yang mendapat kehormatan gelar adat Jawa tersebut.

" Proses wisuda atau pemberian gelar Kanjeng Pangeran Haryo kepada pak gubernur berlangsung di Istana Keraton Surakarta di Solo," ujarnya.

Penyematan penghargaan dipimpin oleh Raja Kraton Surakarta, Sinuwun Tejo Wulan Pakoe Boewono XIII. Momen penghargaan berkenaan dengan acara peringatan naik tahta ke -7 Sinuwun Tejo Wulan Pakoe Boewono XIII di Sasana Badran, Solo.

Menurut Umbas, Sarundajang tampak gagah mengenakan pakaian adat Jawa dan disambut hangat petinggi maupun abdi dalem kraton. "Proses wisuda berlangsung khidmat dan agung," jelasnya.

Sarundajang usai acara menyampaikan rasa terima kasih yang tinggi, karena mendapat kepercayaan dan kehormatan dari bangsawan tertinggi Istana Kraton Solo yang juga bagian dari keluarga almarhumah Tien Soeharto itu. “Pak gubernur mempersembahkan penghormatan ini bagi rakyat Sulawesi Utara tercinta. Sebuah kepercayaan yang sungguh membanggakan," kata Umbas menirukan pernyataan Gubernur Sulut.

Menurutnya, apa yang selama ini dilakukan oleh Sarundajang, sepenuhnya, wujud pengabdian bagi bangsa dan negara. "Jika Istana Kraton Surakarta menilai sumbangsih ini sebagai sesuatu yang layak diberi penghargaan, pak gubernur merasa terharu sekaligus bangga," kata Umbas.

Penghargaan ini menurut Sarundajang dapat menciptakan hubungan harmonis dalam bingkai kebhinekaan antara dirinya, rakyat Sulut dan Kraton Solo serta masyarakat Jawa umumnya.

Sespri gubernur menambahkan, perwujudan kebhinekaan dan pluralisme akan terus lestari dengan adanya komitmen kuat para pemangku adat dan budaya.
"Kita adalah saudara erat dalam kebhinekaan bernama Indonesia," jelas Sarundajang melalui Umbas.

Pemberian penghargaan ini merupakan menurutnya merupakan penghormatan besar, dan tidak mudah bagi pihak kraton menentukan pilihan. Selain itu penganugerahan adat ini melalui berbagai tahap ritual, melalui prosesi puasa, dan hanya diberikan kepada orang yang benar-benar dipercaya oleh Kraton Surakarta.

"Gelar Kanjeng Pangeran Haryo merupakan penghargaan prestisius. Penerima penghargaan ini dianggap layak dan sejajar sebagai putra raja," kata staf khusus gubernur bidang komunikasi publik ini. Ia menambahkan gelar adat seperti ini terakhir kali disematkan kepada tokoh besar yang juga mantan Presiden RI,  Abdurahman Wahid, pada tanggal 9 Oktober 2002.
Penulis: Robertus_Rimawan
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
9849 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas