Selasa, 4 Agustus 2015

DPRD Mitra Terusik Berita Pemangkasan Anggaran

Rabu, 8 Juni 2011 20:14

TRIBUNMANADO.CO.ID,RATAHAN - Bagaikan duri dalam daging, demikianlah keberadaan wakil bupati Minahasa Tenggara Jeremia Damongilala yang mengusik lembaga terhormat DPRD Minahasa Tenggara dengan pernyataan pimpinan dewan memangkas anggaran CPNS secara arogan sehingga membebankan biaya prajab melonjak 300 persen dengan nominal berkisar Rp 8 jutaan.

Pemberitaan tentang pemangkasan anggaran CPNS 2010 membuat personil Dekab Mitra bagaikan menduduki kursi berduri selama satu pekan terakhir.

Keterusikan lembaga terhormat tersebut tumpah saat rapat dengar pendapat bersama Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diketuai pelaksana tugas Sekdakab Mitra Freddy Lendo.

Secara bergantian personil dekab mengungkapkan keterusikannya dengan pernyataan Wabup Mitra tentang biaya pemangkasan CPNS oleh DPRD Mitra kepada Ketua TAPD Freddy Lendo.

"Kami akui komunikasi DPRD Mitra dan Wabup kurang harmonis atau putus di tengah jalan sehingga saat pembahasan anggaran pada 28 Desember 2010 lalu Wabup yang tak hadir kurang mendapatkan informasi akurat tentang pembahasan termasuk tak adanya pangkasan dari pimpinan DPRD, selaku Ketua TAPD kami mohon Sekda bisa menjelaskan hal tersebut kepada Wabup," jelas wakil ketua DPRD Mitra Delly Makalow mewakili pimpinan DPRD Mitra (8/6).

Dirk Tolu personil lainnya juga menyampaikan pemahamannya terkait selalu tak hadirnya wakil bupati di setiap acara yang diadakan DPRD Mitra.

"Kami berharap agar Ketua TAPD bisa memfasilitasi undangan kegiatan dewan sehingga wakil bupati bisa selalu bersama-sama di setiap kegiatan legislatif," harap Tolu.

Halaman12
Editor: Rine_Araro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas