Data Base Luas Lahan dan Produksi Pertanian Tidak Akurat

Data Base Luas Lahan dan Produksi Pertanian Tidak Akurat

Data Base Luas Lahan dan Produksi Pertanian Tidak Akurat
TRIBUNMANADO\DEFRIATNO NEKE
Rapat TPID di kantor BI Manado
Laporan Wartawan Tribun Manado Deffriatno Neke

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -TimPengendali Inflasi Daerah Sulawesi Utara kembali menemui fakta baru dengan adanya data base perluasan lahan dan produksi petanian yang tidak akurat pada instansi yang terkait. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi terhadap hasil perhitungan anggaran dalam sektor pertanian.

"Data perluasan lahan pertanian pada instansi daerah berbeda-beda. Lahan berbeda-berbeda ini sangat berpengaruh terhadap anggaran daerah," kata Analis Muda Senior BI Manado, Dicky  Christian Kolanus dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor BI Manado, Selasa (31/5).

Kepala Badan Perencaanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara, Noldy Tuerah melalui Kepala  Bidang Perencanaan Wilayah Bappeda, Liny Tambajong, mengutarakan data base luas lahan dan produksi  yang tidak akurat antara instansi yang terkait. ia juga mengatakan dalam suatu rapat, Gubernur telah menginstruksikan agar masing-masing wilayah menghitung luas lahan dan produksi pertaniannya.

"Tapi sekarang masih nihil. Belum ada data yang akurat untuk itu. Ini belum akurat datanya berapa luas lahan pertanian. Ini PR kita bersamai-sama," ujar Tambajong.

Selain itu Tambajong juga membeberkan telah terjadi pengurangan luas lahan sawah di Sulawesi Utara selama 15 tahun terakhir. Pengurangan terjadi menjadi 25 persen dari total lahan yang ada sebanyak 64.000 hektar. Berdasarkan data Bappeda, kawasan perluasan lahan pertanian tanaman pangan di Sulut seluas 47.074 hektar are atau 19,44 persen.

"Yang tersebar 32 persen di Kabupaten Bolaang Mongondow, 26 persen di Kabupaten Minahasa dan 24 persen di Kabupaten Minahasa Selatan. Inkonsistensi pemerintah terhadap perangkat hukum pembatasan alih fungsi lahan," sebutnya.

Di tempat yang sama, Maudy Togas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, mengatakan capaian produksi padi hingga bulan April  2011 sebesar 193.308 ton atau 32,36 persen dari total sasaran produksi sebesar 597.313 ton. Dalam realisasi dari Januari hingga April 2011, luas panen sebesar pertanian sebesar 40.884 hektar dengan produksi sebesar 193.308 ton.

"Sasaran produksi padi 2011 direncanakan sebesar 597.313 ton, luas panen 120,541 hektar are dan produktivitas 49,55 kuintal per hektar are," ucap Maudy.

Dalam rapat TPID turut hadir, Pemimpin BI Manado, Ramlan Ginting, Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulut, Adri Manengke, Peneliti Ekonomi Madya BI, Eko Siswantoro dan Direktur PD Pembangunan dan juga ISEI Sulut, Marieta Kuntag. Ginting sebelum menutup rapat tersebut mengatakan hasil rekomendasi tersebut akan diserahkan kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Utara

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help