Sabtu, 1 Agustus 2015

Harga Kopra Sulut Anjlok

Jumat, 18 Maret 2011 10:26

Harga Kopra Sulut Anjlok
NET
ILUSTRASI

Bahkan, tiga pekan terakhir harganya terus mengalami fluktuasi dan sempat terjun bebas menyentuh level terendah Rp 3.000 perkilonya, sebelum kembali stabil ke angka Rp 6.000-7.000. Pabrikan kopra menyebut fluktuasi harga terjadi karena harga pasaran kopra dunia juga terkoreksi seiring berkurangnya permintaan.

Namun penjelasan itu agaknya belum menenteramkan petani. Sebab, mereka dalam sehari pernah mengalami penurunan harga hingga tiga kali. Tak hanya fluktuatif, jebloknya harga kopra juga tidak sama antara satu dengan daerah lain. Di Minut, harga kopra sempat menembus angka Rp 5.000 perkilonya hanya sepekan sebelumnya masih nangkring Rp 10.000 perkilo.

"Hari ini (Kamis), (harga) yah lumayan. Harga kopra naik lagi jadi Rp 500-600 ribuan per 100 kilonya. Tapi, minggu lalu sempat turun Rp 300 ribuan," ungkap Ferry Lahope, petani kopra asal Desa Sarawet, Likupang Timur, Minut, Kamis (17/3).  Parahnya, dalam sehari bisa berubah tiga kali turunnya.
"Jumat minggu lalu. Pagi, siang dan sore harga beli berbeda. Dari tadinya Rp 800 ribu, siangnya jadi Rp 600 ribu, dan sore menjelang malam sudah jadi Rp 400 ribu. Turun drastis!" serunya mengungkap jeritan hati. Senada Evert Joice, petani kopra di kecamatan sama. Akibat terus turun harga, uang habis menutup biaya transportasi.

Kendati lebih baik ketimbang di Minut. Tiga pekan terakhir harga kopra juga terus longsor menjadi Rp 7.100 perkilo. Pengumpul kopra mengaku tidak bisa berbuat banyak menolong petani. Karena harga sesuai patokan pabrikan kopra. "Kami beli dari petani Rp 6.800 dan jual ke pabrik Rp 7.100 perkilo," ungkap Yesinta Erlasu, Pengumpul Kopra di Girian Atas.
Dirinya selama ini mengunmpulkan kopra dari petani di Bitung dan Minut. Petani Minut menjual ke Bitung karena harga lebih tinggi ketimbang di Minut. Setelah terkumpul 20 karung, dengan beret setara 70-100 kilogran, selanjutnya dijual ke pabrika. "Saya biasa menjual ke PT Agro dan MNS," sebutnya.

Dengan turunnya harga kopra, dia mengaku biasanya berimbas pada suplai ke pabrik kopra karena petani enggan melepas kopranya ke pengumpul. "Waktu (harga kopra) meningkat sehari bisa 5 ton. Sekarang paling hanya 3 ton," ungkap Yesinta. Dia menambahkan, dalam dua hari terakhir harga beli di tingkat pengumpul masih stabil.

Pengumpul katanya, harus rajin mengecek ke pabrik agar tidak tekor sewaktu membeli dari petani dan menjual ke pabrik. "Setiap hari suami saya cek harga. Kalau tidak bisa rugi," ucapnya.

Keresahan juga menjalar ke petani kopra di Minsel. Jimmy Agustinus, petani kopra Desa Kilometer Tiga mengaku kopranya diharga Rp 6.000 perkilo.
Memang harga itu di tingkat pengumpul karena mereka melepas ke PT Cargill Amurang Rp 7.000 perkilonya. "Harga memang cepat turun," sebutnya. Persoalannya, PT Cargil hanya membeli dalam partai besar yakni minimal 10 karung. Karenanya, dia akhirnya memilih menjual ke pengumpul, kendati harus merelakan Rp 1.000 perkilonya pindah ke pengumpul.

Halaman123
Editor: Andrew_Pattymahu
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas