A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Penetapan Hibah di Pengadilan Agama Sulut Sepi - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Manado

Penetapan Hibah di Pengadilan Agama Sulut Sepi

Senin, 31 Januari 2011 10:52 WITA
Penetapan Hibah di Pengadilan Agama Sulut Sepi
TRIBUNMANADO/BUDI SUSILO
Situasi dan kondisi Pengadilan Tinggi Agama Manado. Foto diambil dari posisi depan pintu masuk pengadilan, Senin (31/1/2011)
Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Pengurusan penetapan hukum tentang Hibah atau hadiah di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado sepanjang tiga tahun terakhir belum ada yang mengajukan penetapan. Persoalannya warga Sulawesi Utara (Sulut) bukan tidak ada yang hibah, tetapi kurang tersosialisasinya arti penting penetapan hibah di pengadilan.

Hasbiah, Panitera Muda Hukum PTA Manado, menjelaskan, penetapan hukum hibah terakhir pernah terjadi di tahun 2007 oleh warga Kotamobagu, menghibahkan sebidang tanah untuk kepentingan masyarakat luas.

"Datang ke pengadilan PA Kotamobagu meminta penetapan hukum supaya ada kejelasan hukumnya," katanya kepada Tribun Manado di ruang kerjanya Jalan 17 Agustus, Senin (31/1/2011).   

Belakangan tidak ada lagi tuturnya, namun bukan berarti ini sebagai tolak ukur warga masyarakat Sulawesi Utara tidak bersifat sosial, memberi sebagian hartanya untuk kepentingan sosial. Kemungkinan, masih minimnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya penetapan hukum hibah di Pengadilan Agama.

"Ada satu dua orang yang menghibahkan tetapi dibawah tangan. Padahal resiko dibawah tangan ke depannya rawan gugatan," tuturnya.

Ia menjelaskan, penetapan sebuah hibah di pengadilan agama memiliki manfaat penting, seperti diantaranya ada kekuatan hukum yang mengikat, harta yang berstatus pribadi diubah menjadi status milik masyarakat.

"Besok-besok jadi kalau ada anaknya atau cucunya menggugat sudah tidak bisa lagi menuntuk hak kepemilikan. Penetapan itu sebagai penghindar konflik," ujarnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 154 Tahun 1991, mengenai Kompilasi Hukum Islam, disinggung dalam pasal 210 harta benda yang dihibahkan harus merupakan hak dari penghibah dan orang yang menghibahkan berumur sekurang-kurangnya 21 tahun berakal sehat tanpa adanya paksaan. "Biasanya hibahnya 1/3 harta benda kepada lembaga di hadapan dua orang saksi," ungkapnya.

Ia menambahkan, ketika suatu hibah telah ditetapkan oleh pihak pengadilan maka implikasinya ada semacam legalitas yang sah, sebagaimana di singgung dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 154 Tahun 1991, mengenai Kompilasi Hukum Islam, disinggung dalam pasal 212, hibah tidak dapat ditarik kembali, kecuali hibah orang tua kepada anaknya. "Harta yang dihibahkan statusnya bukan milik pribadi lagi," tegasnya.
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas