• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Manado

Lumintang Kaget Kantor Bupati Mitra Bukan di Tosuraya

Rabu, 19 Januari 2011 16:47 WITA
Laporan Wartawan Tribun Manado Quin Simatauw

TRIBUNMANADO.CO.ID,RATAHAN
- Telah diresmikannya (soft opening) kantor baru Bupati Mitra pada Jumat pekan lalu (7/1) di Wawali Ratahan membuat Johny Lumintang kaget bukan kepalang. Ia mengaku tak mengetahui bahwa Pemkab Mitra serius untuk tak menempatkan Kantor Bupati di lahan seluas 2 hektar yang telah dihibah bersyaratkan di area Tosuraya.

"Ooohh, jadi memang betul kantor bupati sudah diresmikan minggu lalu di Wawali dan bukan di Tosuraya," ujarnya kaget sembari balik bertanya kepada Tribun Manado (19/1) via telepon.

Johny Lumintang yang tengah berada di Jakarta memastikan akan membuktikan janjinya untuk menarik kembali tanah hibah di Tosuraya karena tak sesuai dengan hibah bersyarat yang telah disepakati dengan penjabat bupati Mitra sebelumnya.

"Saya akan siapkan pengacara," tandasnya.


Telly Tjanggulung yang tengah berada di Jakarta, mengaku Johny Lumintang yang dikenalnya adalah sosok yang baik dan penuh pengertian.

Mendengar kemungkinan mantan Pangkostrad itu akan menarik tanah hibah 2 hektar yang diatasnya telah terbangun Kantor DPRD Mitra, Tjanggulung menanggapinya dengan tenang dan kepala dingin.

"Saya yakin Pak Johny akan mengerti alasan dan pertimbangan yang akan kami sampaikan nantinya, semoga dalam waktu dekat sudah bisa bertemu dengan Pak Johny," harap Tjanggulung yang akan bertemu Johny Lumintang di Jakarta.

Seperti diketahui Johny Lumintang adalah tokoh Mitra yang telah menghibahkan lahan sebesar 2 hektar kepada Pemkab Mitra dengan persyaratan di lahan tersebut harus dibangun kantor bupati Mitra. Adapun persetujuan tersebut adalah hibah bersyarat yang diketahui dua belah pihak yaitu Johny Lumintang dan Pemkab Mitra.

Dasar pertimbangan pemberian lahan tersebut adalah karena pada masa itu ada wacana berkembang bahwa pemkab akan menempatkan ibu kota kabupaten bukan di ratahan, padahal mengacu sejarah distrik ratahan, maka sudah seharusnya ibu kota Minahasa Tenggara berada di Ratahan.

"Dulu ibu kota kabupaten Mitra akan ditempatkan di Tombatu dengan alasan di Ratahan tidak ada tempat, saya tidak setuju karena itu tak sesuai sejarah, seperti distrik tomohon kini menjadi ibukota tomohon, atau distrik amurang yang kini menjadi ibukota minsel, makanya saya hibahkan lahan 2 hektar untuk pembangunan kantor bupati," beber Lumintang kala itu.

Saat ini di lahan hibah Tosuraya telah dibangun Gedung DPRD Mitra yang tengah dalam tahap penyelesaian. Sesuai jadwal, personil DPRD Mitra akan menempati kantor baru mereka di 2011.

"Tahun ini direncanakan kami akan menempati kantor baru di Tosuraya, tetapi dilihat lagi kedepannya terkait dengan pernyataan Johny Lumintang yang akan menarik kembali tanah hibah tersebut, saya juga tidak mau mendahului pimpinan silakan dikonfirmasi ke Ketua saja," harap Katrien selaku wakil Ketua DPRD Mitra.

Pingkan Gerungan selaku praktisi hukum di Sulawesi Utara pada wawancara sebelumnya memastikan tindakan Johny Lumintang untuk menarik kembali tanah hibah dengan alasan menyalahi hibah bersyarat itu dibenarkan secara hukum.

"Itu terserah sang penghibah kalau ingin menarik kembali tanahnya karena statusnya sama seperti saya menghibahkan lahan untuk dibangun sekolah tapi digunakan untuk gereja, tentu saja saya bisa marah,"tandasnya.
Editor: Rine_Araro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
203 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas